Injeksi Langsung

Pada akhir langkah kompresi, torak mendekati kepala silinder,udara masuk melalui katup kemudian nozel memyemprotkan langsung keruang bakar, akibat kompresi yang tinggi bahan bakar akan menyala dengan sendirinya.

Macam-macam bentuk ruang bakar

Cara memperoleh pusaran

Contoh : ruang bakar bentuk hati

Selama langkah isap

Saluran hisap dikonstruksi sedemikian rupa, supaya terjadi pusaran radial

Selama langkah kompresi

Sewaktu torak mendekati TMA udara ditekan kedalam ruang bakar, sehingga terjadi putaran arah aksial

Hasil pada saat penyemprotan

Udara yang berputar ( pusaran radial dalam ruang bakar, dalam waktu yang bersamaan terjadi pusaran aksial )

Injeksi Tak Langsung

1. Kamar muka

Cara kerja

Pada langkah kompresi, sebagian besar udara ditekan kedalam kamar muka, kemudian bahan bakar disemprotkan terhadap bola penyala. Bagian tersebut.terikat dengan jembatan yang relatif tipis, maka menjadi sangat panas selama motor hidup. Oleh karena itu, dengan cepat.akibat pembakaran, sebagian bahan bakar ditiup keluar dari kamar muka dan ikut terbakar dengan udara yang masih didalam silinder.

Catatan

  • Saat ini sistem tersebut hanya digunakan Mercedes – Benz
  • Memerlukan injektor jenis Nozel pasak dengan bentuk penyemprotan khusus, tekanan pembukaan Nozel 110 – 150 bar / 11 – 15 Mpa
  • Memerlukan sistem pemanas mula untuk menghidupkan motor, bila suhunya lebih rendah dari ± 500 C

2. Kamar Pusar

Cara kerja

Pada langkah kompresi, sebagian besar udara ditekan kedalam kamar pusar. Udara menerima pusaran yang sangat cepat, karena saluran penghubung yang menuju secara kedalam kamar pusar.dikontruksi miring / tangensial.

Akibatnya bahan bakar yang disemprotkan cepat menguap dan menyalakan diri. Dari hasil pembakaran sebagian bahan bakar ditiup keluar dari kamar pusar dan ikut terbakar dengan sisa udara yang masih didalam silinder.

Catatan

  • Kebanyakan motor kecil – sedang menggunakan sistem ini
  • Menggunakan injektor nozel pasak dengan tekanan pembukaan nozel 110 – 150 bar / 11 – 15 Mpa
  • Jika kondisi motor baik, sistem pemanas mula hanya perlu pada temperatur dibawah 250 C

Sistem Pemanas Mula ( Busi Pijar )

Fungsi :

Untuk memanasi ruang bakar kamar muka/pusar dengan aliran listrik untuk memungkinkan bahan bakar mudah menyala terbakar, sehingga motor bisa hidup pada saat dingin.

Macam-macam busi pijar :



Busi pijar bentuk kawat
1. Pol luar
2. Isolator
3. Pol dalam
4. Kawat pemanas
Pemasangan busi pijar bentuk kawat dirangkai “ Seri “

Busi pijar bentuk batang

1. Rumah

2. Keramik

3. Koil pemanas

4. Tabung pemanas

Pemasangan busi pijar bentuk batang dirangkai “ Pararel “

Rangkaian Sistem Pemanas Mula

Kunci kontak posisi G

Busi pijar dinyalakan 2 – 10 detik, setelah kawat pijar membara ® motor dapat distarter

Kunci kontak posisi ST

Selama motor distater sistem pemanas tetap berfungsi

PinboardShare/Bookmark